Pupuh pupuh Megatruh
Menyentuh kalbu
Sang Gulana melantunkannya
Di padang gersang berbatu
Belum ada yang berubah
Sedari lima warsa yang lalu ..
Gerombolan rengat berkerumun
Diantara dian-dian yang menyala
Di tengah keheningan
Malam yang pekat
Kau berjanji kala itu
Bahwa tak ada lagi luka dan
Tak akan ada lagi kapas
Yang membalut bekas-bekas
Darah di baju ..
Namun demikian, sayangku
Telah dan telah lalu Selalu bahkan selalu
Pekat malam memudar berganti siang
Ceria siang menguncup berganti malam
Sekuntum bunga pun belum terselip
di tempat kita ketemu ..
Hanya sejuta kumbang jalang
Yang kemudian meledak menjelma kambing-kambing hitam
Menemaniku di hari yang kelam
Biarlah sayangku
Aku menjadi kicau burung
Yang riang dengan tahannut-tahannutku
Atau menjadi desau angin
Yang meriap diantara kesejukan dedaunan
Menjelma menjadi ruh kebenaran
Menunggu janjimu lima warsa yang lalu
Menunggu ruh-mu
Selalu ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar