Selasa, 11 Oktober 2011

Tabahkan Hatimu

Rindu, tabahkan hatimu ..

Semua yang berjiwa pasti tiada ..

Rindu lihatlah ragaku kini ..

Terpejam lemah dipelukmu ..

Walau aku mati ..

Aku dapat merasakan tetes air matamu dikeningku ..

Kecupan bibir lembutmu pun tak dapat hidupkanku kini ..

Rindu sengaja ku tinggalkanmu ..

Sengaja kubiarkan kau menangis ..

agar kau mengarti makna ..

mengerti rasa ..

“cinta yang sesungguhnya” ..

Yang pernah kau pertanyakan sebelumnya ..

Terkadang


kadang aku ingin menangis ..

tapi diselingi tawa ..

hatiku bahagia ..

namun otakku memikirkan kepedihan ..


aku menang tapi aku tak 
mendapatkan apa-apa ..

aku kalah namun aku tak merasa dikalahkan ..


didalam surga duniaku, 
semuanya bermodal impian ..

dalam dunia nyataku, semuanya kosong ..


aku seperti raja yang memiliki segalanya ..

tapi tak bermahkota ..

seperti pengemis dipinggir jalan ..

dengan gaun indah berhias emas permata ..


tak ada yang menarik bagiku didunia ini ..

karena itu aku hanya keluar 
untuk hal menyenangkan ..


tak ada yang membuatku ingin 
keluar walau hanya berjalan2 ..

karena semuanya tak asing ..
 
karena aku menginginkan sebuah keasingan ..

dalam ruang gelap hidupku yang sendirian ..

kutemukan orang2 dengan cahayanya ..

membuatku nyaman bersama mereka ..

 
aku seperti bermain dengan bom waktu ..

ya, aku suka tantangan ..

aku suka mengalahkan seseorang
aku suka membuat orang menangis ..


dan ..


kau menjadi satu hal, kau menyenangkan ..

makasih tuk semuanya ..
 

Sabtu, 01 Oktober 2011

Entah Kenapa

Dinda, entah kenapa
senyummu indah begitu saja ..
Tak perlu kata kiasan menjelaskannya ..
Tak perlu majas rembulan ..
atau tujuh bait pelangi ..
Senyummu indah begitu saja ..
Lalu, bagaimana bisa kubiarkan ..
kau  tersenyum ..
tanpa kusiram dengan cium ..
Seperti siraman premium ..
senyummu api begitu saja ..
membakar seluruh kata-kataku .
yang tersisa hanya bongkahan arang ..
bekas tumpukan puisi ..
yang tak sempat kuucapkan ..
Senyummu indah begitu saja ..
Perlahan meluncur ke lubuk hatiku ..
menimba airmata ..
menumpahkannya ke langit biru ..
Senyummu gerimis begitu saja ..
menggiring kepak-kepak camarku ..
berlayar di samudera hatimu ..

Aku Hanya Mampu Mencintaimu

Aku bahagia tinggal di hatimu .. 
Mengukir lembahmu dengan sungai yang mengalir dari telaga di mataku .. 
Sebuah mataair untukmu, di tepinya ada mahligai yang selalu diterangi cahaya, dari jendela-jendelanya hanya terlihat indahnya pemandangan. Setapak jalan cinta yang naik turun di lembah-lembah romantika .. 
Seperti sebuah gelombang di mana kita berayun menghabiskan masa ..
Jantungku berdebar indah untukmu .. 
Dawai-dawai yang tak pernah kehabisan getar, berirama  melantunkan rindu .. 
Menggema nada-nada cinta merangkai simfoni kehidupan kita .. 
Pada gemuruh air terjun, pada angin yang berhembus di daun-daun, pada kicauan burung-burung dan rumpun bambu yang bersenandung .. 
Senantiasa kita dengar musik anggun yang menggetarkan jiwa ..
Hanya kamu yang ada di hatiku, di dekapku .. 
Sebuah perapian yang selalu menyala dalam kobaran cinta .. 
Kehangatan adalah menggenangi pipi dengan airmata .. 
Mengubahnya menjadi gerimis yang melukis pelangi di pinggir senja .. 
Tubuhmu adalah selimut bagi jiwaku, aku adalah api perwujudan panasmu .. 
Engkau adalah gunung yang indah, akulah magma yang membara ..
Biarkan cahaya matahari jatuh di wajahmu .. 
Aku bahagia memandang keindahan alam dari jendela hatimu .. 
Serumpun sajak cinta .. 
Sehamparan dunia dan masadepan yang menjulang hingga nirwana .. 
Bukankah kuciptakan hujan untuk menghapus debu-debu masa lalu .. 
Bukankah kubalut langit dengan pelangi dan kupetik setangkai mawar untukmu ..  
Dan sungguh, aku hanya mampu mencintaimu ..

Bila Tidak Ada Kamu

Bibir ini terasa kelu bila tidak berbicara denganmu ..

betapa manis kureguk kalimat cinta ..

yang kau sungging di senyummu ..

yang kau ucapkan di bibirmu yang kau kecupkan di bibirku ..

Mata ini terasa kering bila tidak memandang kamu ..

betapa haru kutitikkan airmata ke dalam bahagiamu ..

lalu kubangun sebuah taman penuh embun ..

di sudut matamu yang kuntum ..

Telinga ini terasa pekak bila tidak mendengar kamu ..

bisikkanlah sebait rayu agar jarak tak membelenggu ..

lalu kunikmati bunyi hujan dan degup jantungmu ..

dan sunyi pun jadi musik rindu ..

Kepala ini terasa pecah bila tidak memikirkan kamu ..

bayanganmu adalah angan paling indah ..

maka kulihat taman tumbuh di mana-mana ..

dan bunga-bunga bersolekan ingin mirip kamu ..

Tangan ini terasa ngilu bila tidak menggandeng kamu ..

jemarimu yang lembut erat menggenggam di sisiku ..

bersamamu perjalanan ini lebih punya makna ..

kerikil di jalanan menjelma batu-batu mustika ..

Dan hati ini hampa bila tidak mencintai kamu ..

kamu adalah belahan jiwaku ..

bersamamu segalanya utuh ..

segalanya menjadi sempurna ..

Tercipta Untuk Mencintaimu

Ketika kau tatap mataku di lembaran malam ..

rembulan menuliskan kisahnya dalam sejilid kalam ..

bintang sebagai tanda baca, tentang kalimat cinta tanpa akhir ..

kau tanyakan padaku : adakah waktu untukku ..

bukankah sudah menjadi takdir ..

waktuku tercipta untuk mencintaimu ..

Malam demi malam kita lewati bertaburan kata ..

sebuah perjalanan ke surga ..

percakapan tak ada habisnya, tak ada matinya ..

hal-hal kecil segalanya bermakna ..

kita saksikan: setangkai rembulan tumbuh menjadi purnama ..

kita pun bermandi cahaya di keheningan malam ..

Lalu kaupetik butir-butir cahayanya ..

kaujadikan huruf-huruf doa ..

kautaburkan di pelupuk mataku dengan dua pucuk jarimu ..

menjelma sepucuk surat dengan kata-kata mutiara ..

terangkai indah bagai karya pujangga ..

lihatlah lingkar mataku, bersinar karenanya ..

Kau pun bercerita tentang jejak pengembara ..

menghabiskan waktu di padang sahara dan hutan belantara ..

untuk cinta abadi pada sang kekasih hati ..

kau bertanya padaku: adakah waktu untukku ..

bukankah sudah menjadi prasasti ..

kau tercipta untuk waktuku ..

Andai Ku Tak Bertemu Denganmu

Andai aku tak bertemu kamu ..

langit hanya lembaran biru dan bukan kanvas untukmu ..

untuk kulukis gerimis dan garisgaris pelangi ..

lalu kutorehkan matahari di pinggir pagi ..


Kuhiasi bingkai hatimu dengan cahaya ..

Andai aku tak bertemu kamu ..

malam hanyalah bangku menunggu pagi ..

ku tidur mendengkur atau begadang menghitung bintang ..

bulan hanya lampu lindap ditiup angin ..

Aku terjerat reranting dingin ..

Andai aku tak bertemu kamu ..

hidup hanya setampakan siang setumpukan malam ..

seperti sajak kelam dan tanpa pembaca ..

angin melemparnya memecah jendela ..

Aku entah ke mana ..

Terima Kasih Karna Mencintaiku

Kekasih, terimakasih karena mencintaiku ..
Membiarkan matahariku memeluk hangat dirimu
merestui hadirku di pagimu ...
Membiarkan hatimu
ikhlas menjadi rumah bagi hatiku ..
Membiarkan matamu
tempat paling sejuk untuk jiwaku berteduh ..
Terimakasih karena mencintaiku ..
Terimakasih telah mencintaiku ..
meskipun dalam waktu sekejap kau pergi ..
terimaksih atas segalanya ..
semua yang pernah aku rasakan, bahagia, hilang dan perih ..
sangat perih ..
terimakasih ..
kau lebih memilih dia, aku bahagia, aku bahagia melihatmu bahagia ..

♥♥Aku mencintaimu melebihi segala batas ♥♥

Aku mencintaimu melebihi segala batas ..
tak cukup daratan berbatas pantai ..
Cintaku luap samudera ..
Luas membentang permadani biru ..
Gelombang dengan gairah ekstra, O indahnya gemuruh ..
tempat kita layarkan kenangan demi kenangan ..
Seluruh rindumu kutampung dalam teluk ..
pelukanku, dalam liuk lengan-lengan ombak, arus sajakku
yang sejuk membimbingmu ke laguna: sukmaku ..
Aku mencintaimu melampaui matahari
bukan cakrawala berbatas senja temaram
Cintaku doa pagi dan di langit malam
mengerjap sebagai bintangbintang ..
Adalah jejakjejak galaksi
berarak di angkasa, berkilap dalam munajatku ..
Lembut ombak memainkan butirbutir cahaya
pada pantulan bulan di matamu ..
Aku di situ
berlayar tak kenal waktu ..
Cintaku melampaui bunyi dan sunyi
ketika hujan berhenti dan sisakan dencing tetes akhir
aku genangan yang diamdiam menghilang lalu
mengalir sebagai sungai deras di hatimu ..
Mengisi urat nadimu dengan denyut jantungku
Menulisi dadamu dengan goresan rindu dan asmara ..
Walau tak selalu bicara
aku sarat aksara ...

Bantu Aku Menulis Kata Cinta Untukmu

Bantu aku menulis kata cinta, sunyiku pada pena ..
Sebingkai meja berwarna coklat kelu dan berdebu
seakan lautan kata yang beku dalam dingin suhu ..
Sepucuk kertas membentuk perahu, di layarnya teruntuk namamu ..
Pena itu kembali menggigil, menggoreskan kegelisahan:
Aku cinta padamu ..
Hanya genangan tinta terbentuk
seperti teluk
melayarkan katakataku
ke samudera peluk ..
Bantu aku menulis kata cinta dengan sinar matamu ..
agar kutemukan nyala dalam unggun kata ..
atau jadilah rembulan di rantingranting aksara ..
mengganti tikaman gelap dengan romantika remang ..
Biarkan kuikatkan samarsamar cahayamu ..
menyatukan sejuta kalimat dalam lembarlembar puisi ..
Lalu senyummu kujadikan majas ..
Agar makna semakin jelas ..
membebaskan cinta dari pernyataan ..
yang tak pernah tuntas ..
Atau, jadilah kamu laut yang dalam dan biru ..
mengganti kalimatku yang dangkal dan berbatu ..
Kuseberangi selat bibirmu, mengembara ..
hingga palung jiwamu ..
Laguna yang teduh berangin ..
Sebuah jalan setapak membelah ombak ..
Ombak di matamu ..
kau, kukenali tulisan di matamu yang teduh
dan gemuruh ..

Ku Temukan Puisi dalam Sebait Cinta

Tetes hujan yang melambai di kaca jendela ia mencari alamat sungai .. 
Aku mencari alamat hatimu .. 
Kutemukan telaga: sebuah genangan sunyi, tanpa ombak tanpa nyanyi, lalu kutenggelam dalam bening puisi. Itulah yang istimewa tentang dirimu, ketika segayung hujan membasuh telapak tanganmu, aku terhanyut di situ, lautan teduh dekapanmu. Maka aku menyamar hujan, memelukmu deras, mencium parasmu dengan kecup rintik yang tak pernah tuntas ..
Di telapak tanganmu aku mengembara tanpa berhenti, menyusuri garisgaris sungai keberuntunganku. Setiap garis adalah makna. Membawaku pada muara bernama cinta. Aku di situ melukis sawahsawah yang menguning dengan jejak hidupku. Rerumputan, ilalang, kenangan, dan bunga-bunga rindu. Airmata dan semesta. Hujan dan doa. Membentangkan tenda cahaya tempat kita menghabiskan waktu dan bara. Setiap bintang adalah karunia. Setiap titik waktu yang aku petik untukmu ..
Aku ingin menulis seperti sebaris embun yang kauselipkan pada seliris kuntum di bibirmu. Cukup manis walau hanya sebait senyum .. 
Kutahu, puisi tak selalu tercipta dari kata. Tetapi hanya dengan kata kumampu menceritakan puisi ini padamu.

Di Indah Matamu Aku Menangis

Tenggelam di indah matamu ..

Aku menangis ..

seperti tak percaya pada gerimis yang kaugenggam di tanganmu ..

yang kauusapkan di wajahku ..

Tatap mataku terbunuh ..

Kelopak-kelopak seroja yang luruh ..

merias genangan telaga dengan kerling airmata ..

Memandang senyummu yang ikhlas ..

Aku menangis ..

seribu merpati kepakkan kedamaian di bibirmu ..

yang kaukecupkan di dadaku ..

Magma jantungku gemuruh ..

Lava meleleh jatuh ..

menggoreskan nyala di lengang mataku ..

First Love never die ??

Bagaimana first love anda ??

Apakah menurut anda first love never die ?

Buat beberapa cinta pertama tidak akan pernah mati tapi bisa membuat mati ..

Pertama kali jatuh cinta, sudah merelakan segalanya ternyata ditipu habis-habisan ..

Cinta pertama itu merupakan sebuah penjajakan ..

Pembelajaran seperti kita pertama kali belajar berjalan ketika masih kecil ..

Penuh dengan kepolosan dan semangat yang tinggi untuk mempercayainya ..

Terkadang tertatih-tatih ..

Tapi emang betul first love never die, kenangan yang paling anda ingat adalah ketikan anda pertama kali melakukan sesuatu ..

Itu pasti lebih berkesan dan juga paradigma orang sudah terbentuk dengan anggapan seperti itu ..

Apa pernah anda mendengar orang menanyakan siapa sih pacar ketiga kamu ?

Gak nendang kan dan pastinya juga mereka tanya dari urutan pertama berlanjut ke terakhir ..

Bagi saya cinta pertama, semuanya adalah proses kasih sayang ..

Kasih sayang tidak mengenal urutan dan angka ..

Kasih sayang dan cinta yang tulus yang nantinya hanya untuk satu orang yang terpilih ..

Mungkin bukan pertama, tetapi menjadi yang terakhir ..